ENTAH mengapa Valentine identik dengan warna pink. Di toko-toko mulai menjual barang-barang serba pink sebagai kado di hari kasih sayang. Bunga pink, baju pink, bando pink, pigura pink, dasi pink, dan sebagainya. Habis itu makan malam di restoran yang didekorasi balon pink, pita pink, bunga pink, taplak pink.
Yah, itu sih ‘murahan’! Kenapa enggak bilang kepada pasangan untuk membawa Anda ke tempat eksotis berwarna pink? Saya yakin dengan menjamurnya profesi ‘wartawan Facebook’ alias memotret foto diri dan memajangnya di situs Facebook, maka Anda akan membuat sirik semua ‘friends’ bila ada foto Anda berlatar belakang tempat-tempat berwarna pink yang spektakuler itu. Atau bila Anda berencana menikah, buatlah foto pre-wedding di sana. Dijamin bikin sirik!
Pink Heritage
Petra, kota kuno yang merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru dan termasuk dalam daftar Warisan Budaya UNESCO. Letaknya di Yordania, sekitar 230 km dari ibukotanya, Amman. Kalau sudah nonton film Indiana Jones and The Last Crusade atau Transformers: Revenge of the Fallen, nah Petra ada di scene-nya. Kota Petra dibangun pada abad ke-6 Sebelum Masehi oleh orang Nabataeans yang mahir membangun sistem perairan meski berada di tengah padang gurun tandus. Pernah menjadi kota terpenting bagi perdagangan Eropa dan Timur Tengah. Namun sejak bangsa Romawi mencaplok Petra, perlahan-lahan kota ini hilang. Situs ini baru ditemukan lagi pada tahun 1812 oleh penjelajah Swiss bernama Johann Ludwig Burckhardt.
Untuk mencapai ke pusat kota harus melalui jalan sepanjang 1,5 km yang disebut sebagai The Siq. Kalau malas, dapat menyewa kuda, keledai atau naik delman. Tapi untuk mendapatkan hasil foto terbaik, lebih baik berjalan kaki saja. Perjalanan dimulai dari Gate of Siq, melewati jalan kerikil di Wadi Musa. Begitu memasuki celah sempit yang diapit ngarai bebatuan, di situlah dimulai pemandangan spektakuler. The Siq terbentuk dari batuan setinggi 150 meter yang terbelah dua akibat gempa tektonik. Celah selebar minimal 2 meter ini dulunya saluran air, tapi saat ini dijadikan jalan menuju kota kuno. Sejumlah dinding di batuan terdapat pahatan indah. Alur di bebatuan bentuknya tak beraturan, jalan yang teduh akibat terapit gunung batu, patung, pahatan – semuanya bernuansa pink!
Di ujung jalan sempit langsung terlihat The Treasury (Al Khazneh), sebuah bangunan besar setinggi 40 meter yang dipahat di dinding batu berwarna pink. Gaya arsitektur Yunani klasik dengan pilar-pilar besar, ukiran, dan di puncaknya terdapat patung elang sebagai simbol dewa. Dulunya tempat ini dipercaya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang berharga Raja Firaun pada zaman Nabi Musa. Tak jauh dari tempat ini terdapat The Monastery (El Deir) di mana bangunannya lebih tinggi dan besar dibanding The Treasury. Juga terdapat teater kuno yang mampu menampung 4.000 orang.
Pink City
Jaipur, ibukota provinsi Rajasthan di India, disebut sebagai Pink City. Jaipur kota pertama yang dibangun terencana di India tahun 1727 pada masa kepemimpinan Maharaja Sawai Jai Singh II. Bila dilihat di peta, bentuk kotanya terdiri dari beberapa bujur sangkar. Untuk menyambut kedatangan Raja Inggris Edward VII pada tahun 1853, kota itu dicat pink. Karena perkembangan kota, saat ini yang dirujuk sebagai kota pink Old City-nya di mana semua pagar tembok dan bangunannya bercat pink.
Landmark kota Jaipur adalah Hawa Mahal atau ‘Palace of Wind’ yang terletak di dalam Old City. Sebuah istana yang dibangun Maharaja Sawai Pratap Singh pada tahun 1799. Istana bertingkat lima setinggi 15 meter ini terbuat dari batu pasir berwarna merah dan pink. Benar-benar cantik! Arsitekturnya dibuat menyerupai sarang lebah madu dengan 953 jendela kecil berornamen. Kalau dilihat dengan teliti, bentuknya berupa mahkota Krishna, salah satu dewa Hindu. Dari jendela itu dahulu kala para ratu memandang kehidupan kota tanpa dapat terlihat balik oleh rakyatnya. Dari lantai paling atas Anda dapat melihat pemandangan seluruh kota. Datanglah pada saat sinar matahari pagi atau sore menyinari bangunan pink dan terefleksi oleh ornamen keemasannya. Sungguh spektakuler!
Tempat ter-pink kedua di Jaipur, City Palace. Kompleks istana raja yang masih dihuni Maharaja of Jaipur ini terdiri dari beberapa bangunan yang semuanya bercat pink dengan dinding dekoratif. Dibangun tahun 1729, berarsitektur campuran antara India, Rajput, Mughal, dan Eropa. Berfotolah di Diwan-I-Khas, ruang tamu berlantai marmer, pilar berukir dan langit-langit berkubah, semuanya bernuansa pink. Atau di Diwan-I-Aam dengan langit-langit bercat emas dan ornamental. Di dalamnya terdapat koleksi benda seni, kursi Raja, dan lukisan kerajaan, juga serba pink!
Pink Beach
Tak usah jauh-jauh ke Bahama, di negara kita pun ada pantai yang pasirnya berwarna pink. Lokasi tersebut tepatnya ada di Pulau Komodo, provinsi Nusa Tenggara Timur. Penduduk setempat menamakannya Pantai Merah, namun secara internasional lebih dikenal sebagai Pink Beach. Kabar baiknya lagi, di pantai ini tidak ada bangunan apa-apa dan tidak dihuni penduduk, pantainya kosong, song, song. Nah, sekarang bayangkan diri Anda berfoto di pantai dengan latar belakang air laut bergradasi biru, perbukitan hijau, langit biru cerah, gumpalan awan putih, dan hamparan pasir yang benar-benar berwarna pink! How romantic!
Konon pantai berpasir warna pink hanya ada 7 di dunia, salah satunya di Pulau Komodo. Pasir pink ini terbentuk dari pecahan karang berwarna merah. Tapi sebenarnya hewan mikroskopik semacam amuba bernama Foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada karang. Bila kita mengambil sejumput pasirnya maka terlihat pasir berwarna merah di antara pasir putih. Bila ombak menyapu pasir dan menariknya, maka warna pasir tersebut berubah menjadi pink tua. Keren abis! Butiran pasirnya halus dan empuk, sungguh nikmat saat berjalan atau berjemur di atasnya.
Kegiatan di sana selain berfoto, bisa berjemur, berenang, atau sekedar ‘leyeh-leyeh’. Nikmat karena tidak ramai dan komersil. Berenang pun menyegarkan mata. Banyak hard corals dan soft corals yang berwarna-warni dan masih sehat. Ditambah lagi banyaknya ikan-ikan hias, seperti clown fish (disebut juga Nemo) butterfly fish, dan bat fish. Karena tidak ada warung atau restoran, sebaiknya Anda membawa perbekalan sendiri, sekalian piknik.
Cara mencapainya paling mudah dengan terbang dari Bali ke Labuan Bajo, lalu menyewa speedboat atau kapal nelayan dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo. Sebelum sampai ke Pink Beach, mampirlah untuk trekking melihat langsung komodo liar di Loh Liang. Bagi penggemar scuba diving, alam bawah lautnya luar biasa bagus. Anda dapat mengikuti dive trip melalui Dive Operator yang ada di Labuan Bajo.
uNtuk gamBar yanG bagUs lihat do om GOOGLE…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar